Abstract
Pembangunan wilayah yang mengusung konsep agropolitan telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir di negara ini. Konsep agropolitan menjadi pilihan daerah untuk 6 mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah. Kabupaten Musi Rawas saat ini sedang mengadopsi konsep agropolitan untuk membangunan wilayahnya. Tetapi pembangunan agropolitan ini belum didukung oleh pengembangan SDM, terutama SDM petani di sekitar kawasan agropolitan. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi dan menganalisis potensi pengembangan SDM petani khususnya petani karet dalam mendukung kebijakan agropolitan di Kabupaten Musi Rawas. Karena Kabupaten Musi Rawas memiliki sektor unggulan perkebunan karet rakyat yang luas. Ruang lingkup spasial penelitian dilakukan distrik-distrik agropolitan seperti distrik Megang Sakti dan Agropolitan Center Muara Beliti sebagai daerah pengembangan agropolitan. Sedangkan ruang lingkup substansial lebih ditekankan pada materi pengembangan SDM petani terutama petani karet. Dari kajian teori diperoleh beberapa variabel penelitian yang terkait dengan potensi pengembangan SDM petani yaitu variabel yang tergabung dalam faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal seperti penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, motivasi petani, pendidikan formal dan non formal petani, peranan lembaga petani serta produktivitas agribisnis karet. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian dengan metode analisis deskriptif dan scatter plot sebagai alat untuk menganalisis hubungan antar variabel. Data yang digunakan adalah data primer dengan petani karet sebagai respondennya. Purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi penelitian dan kuota sampling untuk menentukan sampel penelitian. Kawasan Agropolitan Megang Sakti dan Kawasan Agropolitan Center Muara Beliti ditetapkan sebagai lokasi penelitian. Berdasarkan hasil analisis potensi pengembangan SDM petani di kedua kawasan agropolitan relatif rendah. Begitu juga dengan produktivitas agribisnis. Tetapi hubungan antar variabel internal, eksternal dan produktivitas menunjukkan hubungan yang erat dan cenderung positif di Kawasan Agropolitan Megang Sakti. Sehingga di kawasan agropolitan memiliki potensi untuk pengembangan SDM petani khususnya petani karet. Rekomendasi yang diusulkan dalam mendukung pengembangan SDM petani khususnya petani karet di Kawasan Agropolitan Kabupaten Musi Rawas yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan teknologi pertanian melalui pengembangan pendidikan formal, pendidikan non formal dan memperkuat kelembagaan petani.
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juli 2011
Analisis Pengaruh Beta Dan Varian Return Saham Terhadap Return Saham Studi Pada Perusahaan Lq 45 Di Bursa Efek Jakarta Periode Bulan Januari Tahun 2005 Sampai Dengan Bulan Desember Tahun 2005
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel beta saham dan varian return saham terhadap return saham pada pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Jakarta Periode Bulan Januari Tahun 2005 Sampai Dengan Bulan Desember Tahun 2005. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria: Perusahaan yang tercatat sebagai indeks saham LQ45 pada kurun waktu penelitian (periode harian Januari-Desember 2005). Data diperoleh berdasarkan publikasi JSX Monthly Statistics Januari- Desember 2005. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 44 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta f-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan level of significance 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa variabel beta saham dan varian return saham secara parsial signifikan terhadap return saham. Kemampuan prediksi dari kedua variabel tersebut terhadap return saham sebesar 74,9% sebagaimana ditunjukkan oleh besarnya adjusted R square sebesar 0,749 sedangkan sisanya 25,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.Rumusan Masalah :
1. Apakah terdapat pengaruh dari beta saham terhadap return saham
perusahaan?
2. Apakah terdapat pengaruh dari varian return saham terhadap return saham
perusahaan?
Model Analisis Bioekonomi Dan Pengelolaaan Sumberdaya Ikan Demersal (Studi Empiris Di Kota Tegal), Jawa Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi hasil tangkapan dan upaya pada tingkat tangkapan maksimum lestari (MSY), Maximum Economic Yield (MEY) dan Open Acces (OA). MSY, MEY dan OA merupakan indikator bioekonomi yang akan digunakan untuk memformulasikan kebijakan yang tepat dalam pengelolaan perikanan di Kota Tegal. Penelitian ini khusus menggunakan jaring arad (mini trawl) sebagai pendekatan untuk analisis stok sumberdaya ikan demersal. Alat analisis yang digunakan adalah model bioekonomi Schaefer dan Fox (Anderson, 1986). Model Fox lebih sesuai untuk mengestimasi stok ikan demersal di Kota Tegal. Selanjutnya analisis dalam penelitian ini menggunakan model Fox. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan dan upaya pada tingkat Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 5.530 ton/tahun dan 20.823 trip/tahun. Sementara estimasi nilai Maximum Economic Yield (MEY) dan Open Acces (OA) pada tingkat 5.376 ton/tahun ; 16.258 trip/tahun.dan 3.469 ton/tahun ; 47.860 trip/tahun. Profitabitas jaring arad sebesar RP. 81.913/trip. Analisis dengan model Fox menunjukan bahwa sudah terjadi tangkapan lebih (overfishing) sejak tahun 1997 dengan tingkat pemanfaatan sebesar 149,92 % . Beberapa bentuk pengelolaan perikanan yang diajukan dalam penelitian ini diantaranya adalah: pembatasan kuota penangkapan ikan pada tingkat MSY sebesar 296 Kg/Trip dan untuk MEY 331 Kg/Trip ; kebijakan terhadap lebar ukuran mata jaring ; upaya konservasi ; kontrol terhadap musim/daerah penangkapan ikan (spawning ground dan fishing ground) ; penggiliran dalam melakukan penangkapan ikan (fishing with alternate day) ; pembatasan penerbitan izin penangkapan bagi kapal baru, ; Co-management diantara stakeholders ; Penegakan hukum (enforcement) dan pengawasan (surveilance) dan Fisheries Information System (FIS) perikanan tangkap sebagai dasar kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan demersal.
1. Apakah sumberdaya ikan di Kota Tegal masih layak untuk dieksploitasi ?
2. Bagaimana upaya yang optimal dalam melakukan usaha penangkapan ikan?
3. Berapa produksi yang optimal dalam usaha penangkapan ikan?
4. Bagaimana profitabilitas usaha penangkapan ikan dengan jaring arad ?
5. Bagaimana kebijakan yang tepat dalam mengelola sumberdaya ikan demersal di Kota
Tegal?
Sabtu, 11 Juni 2011
Model Diversifikasi Usaha Masyarakat Pesisir Dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Serta Kelestarian Sumber Daya Wilayah Pesisir Di Kabupaten Belu-NTT
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh diversifikasi usaha masyarakat pesisir terhadap kesejahteraan dan kelestarian lingkungan pesisir. Penelitian ini dilakukan di desa pesisir Kabupaten Belu, selama 21 bulan, sejak bulan Maret 2006-Oktober 2008, populasi daerah penelitian terdiri dari 25 desa pantai di 6 kecamatan. Sampel masyarakat pesisir sebanyak 200 orang, pengambilan dilakukan dengan metode Stratified Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik Observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Berdasarkan model yang dikembangkan dari teori yang relevan, maka dilakukan pengujian atas model dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) berbasis AMOS. Hasil analisis diketahui tingkat kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan pesisir sangat ditentukan oleh usaha penangkapan ikan, budidaya ternak dan eksploitasi lingkungan. Hasil analisis lanjutan dengan uji lamda menunjukkan bahwa hanya usaha ternak berpengaruh terhadap kesejahteraan sedangkan kelestarian lingkungan pesisir dipengaruhi oleh usaha penangkapan ikan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, pemanfaatan sumberdaya pesisir belum optimal. Model diversifikasi dapat dijadikan alternatif pengelolaan kawasan pesisir Kabupaten Belu dengan memperbaiki indikator yang mendukung setiap variabel. Model ini diberi nama NATERNELA merupakan model diversifikasi berbasis tiga jenis usaha.Rumusan Masalah :
1. Bagaimana pengaruh diversifikasi usaha terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.
2. Bagaimana pengaruh diversifikasi usaha terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
3. Bagaimana pengaruh kesejahteraan masyarakat pesisir terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
4. Bagaimanakah model diversifikasi usaha sebagai bentuk pemanfaatan sumberdaya pantai yang cocok dikembangkan di Kabupaten Belu
Analisis Pengaruh Perubahan NPM, LDR, NPL DAN BOPO Terhadap Perubahan Laba (Studi Pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa Periode Juni 2004 – Juni 2007)
Abstract
Krisis ekonomi yang terjadi di dunia perbankan mengakibatkan kesulitan diberbagai sektor maka perlu pembenahan atas kesehatan bank agar dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan melihat rasio keuangannya. Rasio keuangan yang berpengaruh terhadap perubahan laba menunjukkan hasil yang berbeda-beda, laba bank devisa dan bank non devisa mengalami fluktuasi selama periode Juni 2004 sampai dengan Juni 2007 dan pengaruh yang tidak konsisten antara variabel NPM, LDR, NPL dan BOPO terhadap perubahan laba sehingga perlu diteliti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perubahan NPM, LDR, NPL, BOPO terhadap perubahan laba Bank Devisa dan Bank Non Devisa. Data diperoleh dari Laporan Keuangan Triwulanan Bank Indonesia periode Juni 2004 – Juni 2007 dengan jumlah sample 55 yang terdiri dari 24 bank devisa dan 31 bank non devisa. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji Asumsi Klasik, Regresi Berganda, Uji Hipotesis dan Uji Chow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba bank devisa, gabungan bank devisa dan non devisa. Hal ini berarti kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih adalah positif, sehingga semakin tinggi tingkat net profit margin bank yang bersangkutan menunjukkan hasil yang semakin baik sehingga keuntungan yang diperoleh maksimal. Perubahan LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perubahan laba pada semua bank, Hal ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi bank tidak berjalan denngan baik sehingga dana tidak dapat disalurkan kepada masyarakat. Perubahan NPL berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perubahan laba semua bank. Hal ini menunjukkan banyaknya kredit bermasalah di bank sehingga laba yang diperoleh kecil. Perubahan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perubahan laba bank devisa, gabungan bank devisa dan non devisa. Hal ini menunjukkan semakin efisien bank dalam menjalankan aktifitas usahanya sehingga laba yang dihasilkan naik.
1. Apakah perubahan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh terhadap perubahan laba Bank Devisa dengan Bank Non Devisa ?
2. Apakah perubahan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap perubahan laba Bank Devisa dengan Bank Non Devisa ?
3. Apakah perubahan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh terhadap perubahan laba Bank Devisa dengan Bank Non Devisa ?
4. Apakah perubahan Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) berpengaruh terhadap perubahan laba Bank Devisa dengan Bank Non Devisa ?
5. Apakah terdapat perbedaan pengaruh perubahan Net Profit Margin (NPM), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap perubahan laba antara bank devisa dan bank non devisa?
Kamis, 09 Juni 2011
Analisis Kesesuaian Perairan Segara Anakan Kabupaten Cilacap Sebagai Lahan Budidaya Kerang Totok (Polymesoda Erosa) Ditinjau Dari Aspek Produktifitas Primer Menggunakan Penginderaan Jauh
Abstract
In Segara Anakan, Cilacap, fisheries potency especially Mollusca; species very upmost yet even though its ecosystem fungtion of Segara Anakan Lagoon was continuously; however Bivalve production is one of potential alternative of marine food resource. The constrain faced is Bivalve production still use nature catch and supported by cultivation sector. However local people are still use Bivalve as food resource to improve their family’s nutrient. The research aims : A. Analyze the suitability if marine area in Segara Anakan Lagoon for cultivation area development as business in conserving marine resource based on physic, Chemistry, and biological factor. B. Analyze the suitability of Segara Anakan marine based on field data and satellite image data SPOT through water quality variables that is primary productivity, chlorophylla, water surface temperature, and suspended solid (MPT), pH, dissolve oxygen, Salinity, and soil compotition. The research classified as case study which focused on particular case, intensively, and provide description and complete, conclusion, so that, the research could not implement in other place different. Basic concept of research is to integrate satellite image data SPOT (March, 2007) and field measurement of primary productivity (parameter) in Segara Anakan marine as Bivalve cultivation area and then processed based on weight and its score to find it suitability as cultivation area. Segara Anakan Lagoon based on scoring and suitability level in station 1 and 3 categorized / classified as suitable with specific requirement as totok-shell (Polymedosa erosa) cultivation area or land. As for, suitability level of Required Appropriate are 326,035039 acre. Station 2,4,5,6 and 7 according to suitability level score, it does not suitable as totok-shell cultivation area or land. As for, the width are 557,057573 acre.
Rumusan Masalah :
Pada penelitian ini akan coba menganalisa kesesuaian kawasan perairan Segara
Anakan sebagai lahan budidaya sebagai konservasi dengan menggunakan teknologi
penginderaan jauh dengan parameter produktifitas primer sebagai acuannya.
Kamis, 02 Juni 2011
Analisis Pengaruh Kualitas Hubungan Bisnis Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan
Abstract
Pendekatan strategi pemasaran dalam industri konstruksi di Indonesia, saat ini tidak sebatas bermain pada alat-alat promosi, tetapi lebih ditekankan pada pemberian nilai tambah pada produk yang dihasilkan dan menciptakan kualitas hubungan bisnis antara klien dan perusahaan sebagai strategi promosi perusahaan. Selain itu salah satu tujuan strategi pemasaran dari suatu perusahaan pada umumnya ditekankan pada kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan adalah suatu issue yang mendasar yang harus selalu diperhatikan dan dikembangkan jika perusahaan ingin tetap bertahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas hubungan bisnis dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Untuk menjawab permasalahan tersebut, data dikumpulkan dari 105 responden manajer perusahaan pengguna IPA di wilayah Indonesia dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi berganda yang dijalankan dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas hubungan bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini maka implikasi manajerial yang diajukan adalah memperbaiki sistem pengelolaan pengadaan spare parts, menyampaikan secara jelas kepada pelanggan bahwa PT Degremont telah siap membantu pengadaan spare parts, memberikan training mengenai pengoperasian dan pemeliharaan (maintenance) kepada pelanggan pengguna jasa PT. Degremont sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati, mengembangkan kepercayaan (trust) dengan masing-masing perusahaan yang bekerja sama, menghargai dan menghormati prinsip-prinsip dan budaya yang dimiliki oleh partner/rekan kerja, dan melakukan analisis secara mendalam untuk mengetahui filosofi, tujuan, kepentingan, dan kapabilitas yang dimiliki oleh perusahaan yang akan bekerja sama dengan PT. Degremont.
1. Apakah kualitas hubungan bisnis memberikan pengaruh positif terhadap
kepuasan pelanggan?
2. Apakah kualitas pelayanan memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan
pelanggan?
Senin, 30 Mei 2011
Pengaruh Kepemilikan Institutional Dan Karakteristik Keuangan Terhadap Keputusan Pendanaan
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel profitability, price earning ratio, firm size, sales growth, business risk, institutional ownership terhadap debt to equity ratio(DER), pada perusahaan property yang terdaftar di bursa efek Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalsis pengaruh rasio-rasio keuangan perusahaan profitability, price earning ratio, firm size, sales growth, business risk, institutional ownership terhadap DER. Teknik sampling yang digunakan adalah purpossive sampling dengan criteria: (1) Perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, (2) perusahaan yang selalu menyajikan laporan keuangan per Desember 2001-2007. Data diperoleh berdasarkan publikasi berdasarkan publikasi Indonesian capital market directory (ICMD). Diperoleh jumlah sample sebanyak sebanyak 20 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi dan F statistic untuk menguji keberartian pengaruh bersama-sam dengan level signifikansi 5%. Selain itu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji normalitas, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi. Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi tidak normal. Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik, hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat untuk menggunakan model persamaan linier. Dari hasil analisis menunjukkan data profitability, price earning ratio, firm size, sales growth, business risk, institutional ownership secara parsial signifikan terhadap DER pada level signifikansi kurang dari 5%. Variabel struktur aktiva secara parsial tidak signifikansi terhadap DER. Sementara secara bersama-sama terbukti signifikan berpengaruh terhadap DER pada level signifikansi kurang dari 5%. Dengan nilai adjusted R2 sebesar 0.331. Namun demikian penelitian hanya terbatas pada enam foktor fundamental perusahaan dengan 20 sampel pada periode pengamatan 7 tahun dari tahun 2001-2007.
1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal?
2. Apakah price earning ratio (PER) berpengaruh terhadap struktur modal?
3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal?
4. Apakah pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap struktur modal?
5. Apakah resiko bisnis berpengaruh terhadap struktur modal?
6. Apakah institutional ownership berpengaruh terhadap struktur modal?
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompetensi Tenaga Penjualan Untuk Meningkatkan Kinerja Tenaga Penjualan
Persaingan yang cukup ketat antar perbankan di bidang penjualan kartu kredit sebagai produk consumer banking, membutuhkan kompetensi tenaga penjualan yang handal. BRI Kantor Cabang Kudus, dengan dukungan 119 tenaga penjualan dalam penelitian ini belum mampu untuk menghasilkan kinerja penjualan yang baik dengan masih kurangnya kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga penjualan kartu Kredit di BRI Kantor Cabang Kudus. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh variabel orientasi bekerja cerdas, kualitas sistem kontrol dan kualitas sales training terhadap kompetensi tenaga penjualan dan pengaruhnya terhadap kinerja tenaga penjualan. Data dikumpulkan dari 119 responden dan diolah menggunakan Analisis Jalur dengan program AMOS 7.0. Dari hasil analisis terhadap model penelitian yang diuji menunjukkan bahwa model dapat diterima berdasarkan indeks-indeks model seperti Chi Square = 5.282, p = 0.152, TLI (0,958); CFI (0,987); CMIN/DF (1,761); RMSEA (0,082); GFI (0,982), nilai AGFI (0,911) sehingga dapat disimpulkan bahwa model memenuhi kriteria goodness of fit. Sedangkan pengaruh orientasi bekerja cerdas terhadap kompetensi tenaga penjualan sebesar 0.208; pengaruh kualitas sistem kontrol terhadap kompetensi tenaga penjualan sebesar 0.385; pengaruh kualitas sales training terhadap kompetensi tenaga penjualan sebesar 0.163; dan pengaruh kompetensi tenaga penjualan terhadap kinerja tenaga penjualan sebesar 0.546. Semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, sehingga model tersebut dapat menggambarkan hubungan kausalitas yang terjalin antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara orientasi bekerja cerdas, kualitas sistem kontrol dan kualitas sales training terhadap kompetensi tenaga penjualan. Serta ada pengaruh positif antara kompetensi tenaga penjualan terhadap kinerja tenaga penjualan.
Rumusan Masalah :
rendahnya kompetensi tenaga penjualan dan rendahnya kinerja tenaga penjualan Kartu Kredit Bank BRI di Kantor Cabang Kudus.
Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan Dan Der Terhadap Yield To Maturity Obligasi Korporasi Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2004-2006
Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena
pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar menyediakan fasilitas
atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memilki
kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya
pasar modal maka pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana
tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return) sedangkan pihak issuer (dalam
hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi
tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal
dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan
dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan
karakteristik investasi yang dipilih (Darmadji dan Fakhruddin, 2001).
Penelitian ini mengambil obyek obligasi korporasi di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan 2006 dan merupakan obligasi
konvensional yang memberikan kupon dalam jumlah yang tetap. Pemilihan obligasi
korporasi sebagai sampel penelitian oleh karena berdasarkan data pada Tabel 1.1
menunjukkan jumlah emisi obligasi tersebut yang diperdagangkan lebih banyak
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun pemilihan obligasi konvensional
oleh karena penerbitan obligasi tersebut lebih banyak dibandingkan dengan obligasi
syariah, selain hal tersebut obligasi konvensional memiliki karakteristik yang berbeda
dimana keuntungan yang diperoleh oleh investor dari besaran bunga yang ditetapkan,
sedangkan obligasi syariah keuntungan akan diterima dari besarnya margin/fee yang
ditetapkan ataupun dengan sistem bagi hasil atas proporsi penghasilan atau arus kas
yang dihasilkan dari asset. Obligasi syariah disetiap transaksinya ditetapkan
berdasarkan akad. Diantaranya adalah akad mudharabah, musyarakah, murabahah
dan ijarah, sedangkan untuk obligasi konvensional tidak terdapat akad di setiap
transaksinya.
Rumusan Masalah :
1. Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap yield obligasi?
2. Apakah peringkat obligasi berpengaruh terhadap yield obligasi? 10
3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap yield obligasi?
4. Apakah DER berpengaruh terhadap yield obligasi?
pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar menyediakan fasilitas
atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memilki
kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya
pasar modal maka pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana
tersebut dengan harapan memperoleh imbalan (return) sedangkan pihak issuer (dalam
hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi
tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal
dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan
dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan
karakteristik investasi yang dipilih (Darmadji dan Fakhruddin, 2001).
Penelitian ini mengambil obyek obligasi korporasi di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan 2006 dan merupakan obligasi
konvensional yang memberikan kupon dalam jumlah yang tetap. Pemilihan obligasi
korporasi sebagai sampel penelitian oleh karena berdasarkan data pada Tabel 1.1
menunjukkan jumlah emisi obligasi tersebut yang diperdagangkan lebih banyak
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun pemilihan obligasi konvensional
oleh karena penerbitan obligasi tersebut lebih banyak dibandingkan dengan obligasi
syariah, selain hal tersebut obligasi konvensional memiliki karakteristik yang berbeda
dimana keuntungan yang diperoleh oleh investor dari besaran bunga yang ditetapkan,
sedangkan obligasi syariah keuntungan akan diterima dari besarnya margin/fee yang
ditetapkan ataupun dengan sistem bagi hasil atas proporsi penghasilan atau arus kas
yang dihasilkan dari asset. Obligasi syariah disetiap transaksinya ditetapkan
berdasarkan akad. Diantaranya adalah akad mudharabah, musyarakah, murabahah
dan ijarah, sedangkan untuk obligasi konvensional tidak terdapat akad di setiap
transaksinya.
Rumusan Masalah :
1. Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap yield obligasi?
2. Apakah peringkat obligasi berpengaruh terhadap yield obligasi? 10
3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap yield obligasi?
4. Apakah DER berpengaruh terhadap yield obligasi?
Minggu, 22 Mei 2011
Membangun Keunggulan Kompetitif Melalui Aliansi Stratejik Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan
Abstract
This research head for analyse the effect of inter variable to answered set problems how is innovation product, strategic alliance and the change of environment create competitive advantage to improve company performance. This research gives teoritic implication along with managerial implication concern pace wich have to take by PT. Pos Indonesia to improve their company performance pass through competitive advantage which got from product innovation, strategic alliance and change of environment. Population in this research is post office in region VI Central Java and DIY has on-line. From 272 quesionair has spread, come back 111. Answer data from respondent afterwards it’s analysed with research model which developed from teoritic frame using analysis confirmatory SEM. From result of analyse data seen from six hypotesis just four which accepted. Change of environment proven has an positively effect for strategic alliance and competitive advantage, strategic alliance have an positive effect for competitive advantage and competitive advantage have an positive effect for company performance. Innovation product proved doesn’t have effect to strategic alliance and competitive advantage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antar variabel guna menjawab permasalahan bagaimana inovasi produk, aliansi stratejik dan perubahan lingkungan menciptakan keunggulan kompetitif yang akan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis serta implikasi manajerial mengenai langkah yang harus diambil oleh PT. Pos Indonesia untuk meningkatkan kinerja perusahaannya melalui keunggulan kompetitif yang didapat dari inovasi produk, aliansi stratejik dan perubahan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kantor pos di wilayah VI Jateng dan DIY yang sudah on-line. Dari 272 kuesioner yang disebar, yang kembali hanya 111. Data jawaban dari responden tersebut kemudian dianalisis kesesuaiannya dengan model penelitian yang dikembangkan dari kerangka teoritis menggunakan analisis konfirmatori SEM. Dari hasil analisis data terlihat bahwa dari enam hipotesis, hanya empat yang diterima. Perubahan lingkungan terbukti berpengaruh positif terhadap aliansi stratejik dan keunggulan kompetitif, aliansi stratejik berpengaruh positif terhadap keunggulan kompetitif dan keunggulan kompetitif berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Inovasi produk terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap aliansi stratejik dan keunggulan kompetitif.
Analisis Pengaruh Kompetensi Profesional Terhadap Aktivitas Tenaga Pemasaran Dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Pemasaran
Abstract
The purpose of this research is to test the influences of professional competence and salesman activity to increase salesman performance. Using these variables, the usage of these variables are able to solve the arising problem within Bank Jateng. The samples size of this research is 180 salesman Bank Jateng. Using the Structural Equation Modeling (SEM). The results show that professional competence and salesman activity to increase salesman performance. The effect of professional competence on salesman activity are 0,24; The effect professional competence on salesman performance are 0,21; and The effect salesman activity on salesman performance are 0,23. Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh kompetensi profesional dan aktivitas tenaga pemasaran terhadap kinerja tenaga pemasaran. Sampel penelitian ini adalah tenaga pemasaran PT. Bank Jateng, sejumlah 180 responden. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi profesional berpengaruh terhadap aktivitas tenaga pemasaran dan kinerja tenaga pemasaran dan aktivitas tenaga pemasaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pemasaran. Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa kompetensi profesional berpengaruh signifikan terhadap aktivitas tenaga pemasaran dengan nilai regressi sebesar 0,24; kompetensi profesional berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pemasaran dengan nilai regressi sebesar 0,21; dan aktivitas tenaga pemasaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pemasaran dengan nilai regressi sebesar 0,23;
Sabtu, 14 Mei 2011
Pengaruh Budaya Organisasi, Locus Of Control Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat
Abstract
In principle, performance is a result being intended by a worker on precluded criteria. In practice, however, one who implements it needs to consider some factors such as organizational culture, locus of control and job satisfaction. The research aims to analyze direct effects of organizational culture, locus of control, and job satisfaction on employee performance, and indirect effects of organizational culture and locus of control on employee performance. Intervening variable in this research is job satisfaction of the employee of Tax Service Office of Semarang Barat. Populations of the research are derived from all employee who works at Tax Service Office of Semarang Barat having been officially civil servants. There are 152 individuals who attend a random sampling process and 100 of them become respondents. Models to be developed during the research are five hypothetical models, which go for The Structural Equation Model (SEM) method of AMOS 4.0 analytical device. The result of research indicate that variable of organizational culture, locus of control and job satisfaction directly have a positive and significant influence on employee performance. The indirect effect at variable of employee performance, variable of organizational culture and locus of control have a positive and significant influence on job satisfaction. In addition, job satisfaction has a positive and significant influence on employee performance. Implication of the policy to be proposed by the manager of Tax Service Office of Semarang Barat is organizational culture application, control on locus of control and establishment of employee job satisfaction in order to improve their performance. Abstrak : Kinerja pada dasarnya merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja menurut standar atau kriteria yang ditetapkan sesuai dengan pekerjaan tertentu. Dalam implementasinya, kinerja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain budaya organisasi, locus of control dan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung budaya organisasi, locus of control dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, dan pengaruh budaya organisasi dan locus of control terhadap kinerja karyawan secara tidak langsung, yaitu melalui variabel intervening kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 152 karyawan. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dan jumlah sampel yang diambil ditentukan sebanyak 100 responden/karyawan. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari lima hipotesis yang diuji dengan menggunakan metode The Structural Equation Model (SEM) dari paket statistik AMOS 4.0. sebagai alat analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel budaya organisasi, locus of control dan kepuasan kerja secara langsung mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh tidak langsung terhadap variabel kinerja karyawan, variabel budaya organisasi dan locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Implikasi kebijakan yang perlu dilakukan oleh pimpinan Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat adalah penerapan budaya organisasi, pengendalian locus of control dan menciptakan kepuasan kerja karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Rumusan Masalah :
Dari uraian latar belakang diatas dalam penelitian ini masalah tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja
karyawan pada Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat.
2. Apakah locus of control mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan
pada Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat.
3. Apakah kepuasan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada
Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat.
4. Apakah budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada
Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat.
5. Apakah locus of control mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada
Kantor Pelayanan Pajak Semarang Barat.
Analisis Perbedaan Sistem Fraksi Harga Saham Terhadap Variabel Bid-Ask Spread, Depth, Dan Volume Perdagangan
Abstract
This research performed to examine the difference of tick size system in bid-ask spread, depth, and trading volume toward companies that listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) To increasing that stock market is more attractive and considering the risk of investment that it’s high for investors, IDX released new policy to change the tick size system. Which poured in Kep-307/BEJ/12-2006 of the Board Of Directors Decision Jakarta Stock Exchange, concerning Regulation of Change / Addition number II-A of Commerce stock (especially related with change of tick size), about the change of unit price (tick) to make a effect bargaining. The objective of this research is to scale and analyze the difference of tick size system in bid-ask spread, depth, and trading volume toward companies that listed in Indonesian Stock Exchange (IDX). Population in this research is all public companies which is listed in IDX, with period of perception during 10 day since new tick size applied. Determination of sample based on sampling purposive method (fulfilling selected criteria), so that 50 samples selected in tick size categories ( Rp. 10, Rp. 25, Rp. 50). This Research use Analysis of Variance (ANOVA) test to analysis the difference of new tick size which cause difference of spread bid-ask, depth, and trading volume in tick size categories (Rp. 10, Rp. 25, Rp. 50). Result of this research show the existence significant difference of bid-ask spread, depth, and trading volume since the new tick size system has traded in IDX. Where as bid-ask spread is declining, depth and trading volume is increasing. By the existence of significant difference of new tick size system toward bid-ask spread ,depth, and trading volume, so its identify that the event of announcement tick size system is part of event where the information can not be early anticipate yet by investors. Penelitian ini menyajikan perbedaan sistem fraksi harga saham terhadap variabel bid-ask spread, depth, dan volume perdagangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk meningkatkan pasar modal agar lebih bergairah lagi serta mempertimbangkan risiko investasi yang cukup besar bagi investor, Bursa Efek Indonesia mengambil salah satu kebijakan dengan mengubah fraksi harga saham. Hal ini dituangkan dalam Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-307/BEJ/12-2006 telah ditetapkan Perubahan/Penambahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek (khususnya terkait dengan perubahan fraksi harga), mengenai perubahan atas satuan harga (fraksi) dalam melakukan tawar menawar efek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis perbedaan sistem fraksi harga saham terhadap bid-ask spread, depth, dan volume perdagangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan periode pengamatan selama 10 hari sejak sistem fraksi harga saham baru berlaku. Penentuan sampel berdasarkan metode purposive sampling (memenuhi kriteria tertentu), sehingga terpilih 50 sampel pada kategori fraksi saham (Rp. 10, Rp. 25, Rp. 50) yang diberlakukan di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) untuk menganalisis perbedaan sistem fraksi harga saham yang menyebabkan perbedaan bid-ask spread, depth, dan volume perdagangan pada fraksi harga Rp. 10, Rp. 25, Rp. 50. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap bid-ask spread, depth dan volume perdagangan sejak pengumuman sistem fraksi harga saham baru. Dimana bid-ask spread mengalami penurunan, depth dan volume perdagangan mengalami peningkatan. Dengan adanya perbedaan yang signifikan dari peristiwa pemberlakuan fraksi harga saham baru terhadap bid-ask spread dan depth, maka dapat diidentifikasikan bahwa penerapan sistem fraksi harga saham baru termasuk dalam peristiwa dimana informasi belum dapat diantisipasi terlebih dahulu oleh investor.
Rumusan Masalah :
Bedasarkan uraian tersebut diatas maka yang menjadi pertanyaan dalam
penelitian ini (research question) adalah:
1. Apakah terdapat penurunan bid-ask spread pada fraksi harga Rp. 10, Rp. 25,
dan Rp. 50 sejak sistem fraksi harga berlaku dalam perdagangan di Bursa Efek
Indonesia?
2. Apakah terdapat peningkatan depth pada fraksi harga Rp. 10, Rp. 25, dan Rp.
50 sejak sistem fraksi harga berlaku dalam perdagangan di Bursa Efek
Indonesia?
3. Apakah terdapat peningkatan volume perdagangan pada fraksi harga Rp. 10,
Rp. 25, dan Rp. 50 sejak sistem fraksi harga berlaku dalam perdagangan di
Bursa Efek Indonesia ?
Jumat, 13 Mei 2011
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Nasabah
Abstract
The research entitle “Analysis The Factors that Influence The Customer Satisfaction at PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Kota Semarang”. Customer satisfaction can be considered as the essence of success in today’s highly competitive world of business, especially for financial services industry. Service Quality (SQ) and acquiring Customer Value (CV) become the important things to increasing Customer Satisfaction (CS). This research shown the positive influence from service quality and acquiring the value for the customer to increase the level of satisfaction. The method used by propagate the questioner for 100 respondents as sample by using sensus sampling. Result of research after processed by using the program of SPSS for windows obtained by following equation : CS = 0,189 SQ + 0,778 CV The Result revealed that service quality and acquiring the value for the customer have a positive impact to increasing the level of customer satisfaction, which the acquiring the value for the customer as the dominant factor. Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen” studi kasus pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Kota Semarang. Kepuasan pelanggan (CS) merupakan hal yang penting bagi perusahaan, dalam hal ini industri perbankan untuk tetap dapat mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis yang makin kompetitif. Kualitas layanan (SQ) dan pencapaian nilai pelanggan (CV) merupakan variable yang penting guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari kualitas layanan dan pencapaian nilai konsumen terhadap kepuasan pelanggan Penelitian ini menggunakan metode penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden sebagai sampel. Hasil dari penelitian ini setelah diproses dengan menggunakan program SPSS for windows didapatkan persamaan sebagai berikut : CS = 0,189 SQ + 0,778 CV Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ada pengaruh positif dari kualitas layanan dan pencapaian nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan, dengan variable dominant adalah pencapaian nilai pelanggan.
Rumusan Masalah :
“Bagaimana caranya meningkatkan Kepuasan Nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk?”